Lampung 4 Kali Puncak Panen Padi Tahun 2023, Terbanyak Bulan April 111.956 Hektare

12 Maret 2023, 12:15 WIB
Pane Raya Nusantara di Kabupaten Lampung Tengah. /

WAKTU LAMPUNG - Provinsi Lampung melakukan 4 kali puncak panen padi di Tahun 2023. Masing-masing, Bulan Februari, Maret, April, dan Mei. Total luasan lahan mencapai 304.456 hektare. 

 

"Puncak panen padi di Provinsi Lampung dimulai dari bulan Februari, Maret, April sampai bulan Mei. Luasan (lahn) diperkirakan sekitar 26.656 hektare pada Februari, Maret 68.414 hektar, April 111.956 hektar, dan Mei seluas 97.431 hektar," ujar Asisten Bidang Perrkonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung, Kusnardi, saat mewakili Gubernur Lampung pada Panen Raya Nusantara Kelompok Tani Adem Ayem, Kampung Untoro Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Sabtu 11 Maret 2023.

Ia menyampaikan, kontribusi produksi padi Provinsi Lampung Tahun 2022 sebesar 4,91 persen dari produksi nasional sebesar 54,74 juta ton gabah Kering Giling (GKG). Capaian produksi sebesar 2.688.180 ton GKG atau meningkat 8,16 persen dibandingkan produksi padi tahun 2021 sebesar 2.485.455 ton GKG. Itu menempatkan Provinsi Lampung sebagai penghasil padi peringkat ke-2 Sumatera dan 6 secara nasional. Dan Kabupaten Lampung Tengah memberikan kontribusi produksi padi Provinsi Lampung sebesar 10,5% atau menempati urutan ke-1.

 

Pemprov Lampung .menyambut baik diadakannya Panen Raya Nusantara ini karena sebagaimana diketahui bahwa saat ini merupakan puncak-puncaknya panen padi hampir diseluruh areal persawahan.

"Salah satu bentuk perhatian pemerintah, kita akan menyatukan antara produsen penghasil gabah yaitu petani dengan mitra yang akan menampung hasil produksi gabah petani, mungkin penggilingan yang ada di sekitar sini, Perpadi ataupun dari Bulog," ucapnya.

Untuk mengendalikan harga gabah agar tidak turun terus menerus akibat produksi gabah yang berlimpah, Kusnardi menyarankan bahwa sebaiknya petani ikut bergabung dalam korporasi. Sehingga dapat memiliki kekuatan yang lebih untuk menentukan harga atau memanfaatkan fasilitas yang diberikan melalui Kartu Petani Berjaya (KPB).

 



Ia mengatakan, tujuan akhir dari pembangunan pertanian adalah peningkatan kesejahteraan petani. Berdasarkan Nilai Tukar Petani (NTP) pada tahun 2021 mencapai 108,34. Sedangkan tahun 2022 mencapai 109,00. Artinya ada peningkatan 0,66.

Menurut Kusnardi, upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani tersebut tidaklah mudah karena dihadapkan pada kondisi permasalahan dan tantangan pembangunan yang tidak ringan. Diperlukan berbagai upaya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian (padi).

Upaya yang dapat dilakukan antara lain : melakukan percepatan tanam sehingga dapat meningkatkan indeks pertanaman (dari 2 menjadi 3, bahkan ke-4); meningkatkan produktivitas dengan penerapan teknologi sesuai anjuran; dan melakukan inovasi-inovasi baru untuk peningkatan produksi antara lain melalui peningkatan indeks pertanaman, penggunaan biosaka, pupuk organik dan pembenah tanah.

 

Kusnardi juga menyampikan harapan Gubernur Lampung, atas diselenggarakannya kegiatan Panen Raya Nusantara ini dapat memotivasi seluruh masyarakat baik aparat/ petugas dan petani agar lebih terpacu dalam melakukan aktivitas usaha tani.***

 

 

Editor: Nizwar

Tags

Terkini

Terpopuler